Peduli Petani, Babinsa Simpang Kanan Turun Langsung Bersihkan Gulma di Desa Lae Nipe

Daftar Isi
ACEH SINGKIL – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0109-04/Simpang Kanan. Serma Ranto turun langsung membantu warga Desa Lae Nipe dalam melakukan perawatan tanaman kacang panjang dengan membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar lahan pertanian, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Babinsa terhadap aktivitas warga binaannya, khususnya para petani yang terus berupaya menjaga produktivitas lahan pertanian. Kehadiran Serma Ranto di tengah aktivitas petani tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan di lahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dengan mengenakan perlengkapan kerja sederhana, Serma Ranto bersama warga membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kacang panjang. Gulma yang dibiarkan tumbuh tanpa pengendalian dapat menjadi pesaing tanaman utama dalam memperoleh unsur hara, air, ruang tumbuh, dan cahaya matahari. Sejumlah kajian pertanian juga menjelaskan bahwa keberadaan gulma dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya serta berpotensi menurunkan hasil produksi.

Pembersihan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan kondisi tanaman kacang panjang agar tidak mengalami kerusakan. Gulma yang berada di sekitar tanaman dicabut dan dibersihkan sehingga area pertanaman menjadi lebih rapi dan memiliki ruang tumbuh yang lebih baik.

Bagi petani, kegiatan perawatan seperti membersihkan gulma merupakan bagian penting dalam menjaga tanaman tetap tumbuh secara optimal. Kacang panjang sendiri merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia dan memiliki nilai penting sebagai sumber pangan sekaligus pendapatan bagi petani.

Di sela-sela kegiatan, Serma Ranto juga berdiskusi dengan warga mengenai kondisi tanaman, perkembangan pertumbuhan kacang panjang serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Komunikasi sederhana di lahan pertanian tersebut menjadi sarana bagi Babinsa untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat sekaligus membangun kedekatan dengan warga.

Kegiatan pendampingan pertanian seperti ini mencerminkan peran Babinsa yang tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut berada di tengah aktivitas sosial dan ekonomi warga. Pertanian menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Serma Ranto juga memberikan semangat tersendiri bagi warga Desa Lae Nipe. Pekerjaan yang dilakukan bersama-sama membuat proses pembersihan lahan terasa lebih ringan. Di tengah kesibukan merawat tanaman, interaksi antara Babinsa dan warga berlangsung penuh keakraban, menciptakan suasana gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

Bagi TNI, kedekatan dengan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kemanunggalan TNI dan rakyat. Sementara bagi masyarakat, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian menjadi bentuk dukungan moral sekaligus kepedulian terhadap usaha yang mereka jalankan.

Perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi lahan yang lebih bersih dan mendukung pertumbuhan tanaman kacang panjang. Pengendalian gulma menjadi salah satu bagian dari pemeliharaan tanaman karena persaingan dengan gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman budidaya.

Serma Ranto menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lahan dan melakukan perawatan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan saat proses penanaman, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh ketekunan dalam melakukan pemeliharaan hingga tanaman memasuki masa panen.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa berharap para petani di Desa Lae Nipe semakin termotivasi untuk mengelola lahan secara optimal. Selain dapat mendukung hasil pertanian, aktivitas bersama warga juga diharapkan semakin mempererat komunikasi dan hubungan kekeluargaan antara Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Langkah sederhana yang dilakukan Serma Ranto di lahan kacang panjang tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Turun ke sawah, membantu membersihkan gulma, berdiskusi dengan petani, hingga ikut merasakan langsung aktivitas warga merupakan bagian dari pengabdian Babinsa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

Dari lahan pertanian Desa Lae Nipe, semangat gotong royong kembali terlihat. TNI dan rakyat bekerja bersama, menjaga tanaman, merawat lahan, serta menumbuhkan harapan agar hasil pertanian semakin baik dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga petani.

Kegiatan pendampingan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ketika petani mendapatkan dukungan, lahan dirawat dengan baik, dan semangat gotong royong terus dipelihara, maka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. (*RS)

Posting Komentar